Madina – SahataNews | Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memberikan peringatan tegas kepada pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak mengurangi porsi makanan yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat.
Menurutnya, jika ditemukan adanya pengurangan porsi makanan yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, pemerintah tidak akan segan-segan mencabut izin pengelola program tersebut.
Peringatan itu disampaikan Saipullah saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal pada hari ke-25 Ramadan di Masjid Baiturrahman Arrohim, Jalan ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Saipullah menjelaskan bahwa anggaran untuk program MBG telah ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi. Dari jumlah itu, Rp5.000 diperuntukkan bagi biaya operasional, sementara Rp10.000 harus digunakan untuk makanan yang disajikan kepada siswa.
“Berarti yang harus dihidangkan Rp10.000 setiap porsinya. Jika tidak sesuai dengan ketentuan, pemerintah bisa mencabut izinnya. Mengurangi porsi makanan juga termasuk bentuk korupsi,” tegas Saipullah.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut di lapangan. Ia meminta warga tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam penyediaan makanan bagi siswa.
“Kalau tidak sesuai dengan nilai anggaran MBG-nya, laporkan saja SPPG-nya,” ujarnya.
Selain program MBG, Saipullah juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi berbagai program pemerintah lainnya karena seluruh kegiatan tersebut menggunakan anggaran negara.
Dalam kesempatan itu, Saipullah turut menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Mandailing Natal menjelang Idulfitri.
Beberapa komoditas yang menjadi perhatian pemerintah antara lain beras, telur, daging, ikan, dan minyak goreng. Ia pun telah memerintahkan para lurah dan kepala desa agar aktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah masing-masing.
“Ini menjadi perhatian serius pemerintah. Lurah dan kepala desa harus ikut memantau harga kebutuhan pokok agar tetap terkendali,” pungkasnya. (Rizqi)

