Madina – SahataNews | Suasana Masjid Taqwa, Desa Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (28/2/2026) malam, terasa berbeda. Rombongan safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) hadir langsung menunaikan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga.
Kehadiran Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, tidak hanya untuk beribadah. Di hadapan jemaah, ia menyampaikan pesan penting tentang persatuan umat Islam di tengah perbedaan yang kerap menjadi perbincangan.
Saipullah menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah adalah mitra strategis pemerintah daerah yang tidak boleh diperlakukan berbeda.
“Semuanya sama-sama umat Islam, memiliki rukun Islam dan rukun iman yang sama, berpuasa juga, dan sebagainya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan dalam pelaksanaan ibadah tidak diperbesar hingga memicu perpecahan.
“Walaupun ada sedikit perbedaan seperti jumlah puasa dan sebagainya, tetap saja kita semua berpegang teguh dalam agama Islam,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan bahwa keinginannya untuk salat berjamaah di Masjid Taqwa bersama warga Muhammadiyah sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun baru kali ini dapat terlaksana karena padatnya agenda pemerintahan.
Sementara itu, Ketua DPRD Mandailing Natal yang juga tokoh Muhammadiyah, H. Erwin Efendi Lubis, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, agenda safari Ramadan ini menjadi bukti bahwa Pemkab Madina tidak membeda-bedakan organisasi Islam.
“Kami berterima kasih kepada Bupati karena tidak membedakan mana NU mana Muhammadiyah dengan mengagendakan safari Ramadan di Masjid Taqwa ini,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Saipullah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim di Desa Panggorengan. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat agar amanah kepemimpinannya dapat berjalan baik demi terwujudnya Madina Maju, Madina Madani.(Rizqi)

