Madina – SahataNews | Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan melaksanakan salat Tarawih bersama warga Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Rabu (4/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Saipullah tidak hanya mengikuti Tarawih, tetapi juga didaulat menjadi imam salat Isya di Masjid Jami’ Darussalam. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyantunan 110 anak yatim dan piatu serta penyerahan wakaf kepada Ketua BKM masjid setempat.

Turut mendampingi bupati dalam kegiatan itu antara lain Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, Pj Sekda Sahnan Pasaribu, Asisten Administrasi Umum Lismulyadi Nasution, Kadis Ketahanan Pangan Taufik Zulhandra Ritonga, Kadis Kominfo Rahmad Hidayat Dalimunthe, Kadis Perhubungan Adi Wardhana, Kasatpol PP Yuri Andri, dan Kabag Kesra Bahruddin Juliadi.

Kehadiran rombongan disambut Camat Panyabungan Miswar Husin Pulungan, Lurah Kotasiantar Alamria Pramana, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Bupati Saipullah menyampaikan bahwa Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Madina bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus melihat langsung pelaksanaan ibadah Ramadan di desa dan kelurahan.

Ia juga memaparkan kondisi keuangan daerah. Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Madina masih belum optimal sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat cukup besar. Dampaknya, percepatan pembangunan menghadapi sejumlah keterbatasan.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah kondisi infrastruktur jalan di Madina, di mana sekitar dua pertiga dari total panjang jalan berada dalam kondisi rusak. Jika hanya mengandalkan APBD kabupaten, dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memperbaikinya secara menyeluruh.

“Kami tetap berusaha maksimal menjemput dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan di Madina bisa dipercepat,” ujar Saipullah.

Bupati juga menyinggung bencana alam yang terjadi pada November 2025 yang menyebabkan ribuan hektare sawah mengalami gagal panen serta memperparah kerusakan infrastruktur jalan. Namun, ia melihat kondisi tanggap darurat pasca-bencana menjadi peluang untuk mengajukan perbaikan melalui dukungan anggaran pusat.

“Jalan-jalan yang terdampak sudah kami usulkan. Mudah-mudahan pemerintah pusat dapat segera merealisasikan perbaikannya,” harapnya.

Saipullah turut meminta doa masyarakat agar seluruh usulan pembangunan, khususnya pasca-bencana, memperoleh persetujuan dan bisa segera direalisasikan.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy menyampaikan bahwa kehadirannya dalam Safari Ramadan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Ia menyebut Kelurahan Kotasiantar sebagai salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai kapolres yang baru bertugas di Madina, ia meminta dukungan dan doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Semoga saya dapat melindungi dan melayani seluruh masyarakat dengan maksimal, terlebih saat ini kami sedang mengintensifkan upaya pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Lurah Kotasiantar, Alamria Pramana, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati dan rombongan. Ia berharap santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim membawa keberkahan di bulan suci Ramadan.

“Kami berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Semoga keberkahan Ramadan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak yatim di Kotasiantar,” tuturnya. (RIZQI)