Natal, SahataNews – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Teguh W. Hasahatan, bertemu dengan Manajer PLN ULP Natal, Ridho Fernanda, membahas lemahnya tegangan arus listrik di kawasan Pantai Barat Madina.
Pertemuan yang berlangsung di Cafe Ixan Acin, Desa Buburan, Kecamatan Natal, pada Selasa, 19 Mei 2026, itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan reses yang dilaksanakan Teguh di Desa Panggautan pada Minggu lalu. Dalam reses tersebut, masyarakat mengeluhkan kondisi listrik yang sering redup dan tidak stabil.
Teguh menjelaskan, berdasarkan keterangan Ridho Fernanda, penguatan arus listrik di wilayah Pantai Barat Madina dapat dilakukan melalui pembangunan gardu induk. Usulan pembangunan itu, kata dia, sebenarnya telah diajukan oleh UPT PLN Padangsidimpuan sejak beberapa tahun lalu.
“Lokasi yang sudah disurvei yaitu daerah Tapus dan Lancat di Kecamatan Lingga Bayu,” ujar Teguh.
Ketua DPC PDIP Madina itu menambahkan, pembahasan mengenai pembangunan gardu induk juga sudah beberapa kali dilakukan dan diproyeksikan terealisasi pada 2028 mendatang.
“Namun, jika ada dorongan dan dukungan dari semua pihak, kemungkinan realisasinya bisa lebih cepat,” katanya menirukan penjelasan pihak PLN.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina, Teguh mengaku akan membawa persoalan tersebut ke rapat komisi agar dapat diagendakan kunjungan langsung ke UPT PLN Padangsidimpuan.
Selain itu, dia juga berencana menginisiasi pengiriman surat kepada Sekretaris Jenderal DPR RI cq Komisi XII guna meminta waktu audiensi terkait percepatan pembangunan gardu induk di Pantai Barat Madina.
“Harapannya pembangunan gardu induk ini mendapat dukungan penuh dari Komisi XII DPR RI,” ungkapnya.
Teguh meyakini, jika pembangunan gardu induk terealisasi, maka persoalan klasik terkait listrik redup di Pantai Barat Madina dapat teratasi dan masyarakat tidak lagi mengalami kerusakan peralatan elektronik akibat tegangan listrik yang tidak stabil.
“Supaya masyarakat Pantai Barat Mandailing Natal bisa merdeka dalam bidang energi listrik yang selama ini selalu redup dan menyebabkan banyak barang elektronik masyarakat rusak,” tutupnya. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan