Jakarta – SahataNews | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Amerika Serikat bersama Israel yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026), menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat.

“Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat,” ujar Luluk.

Menurutnya, serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional serta bertentangan dengan norma kemanusiaan. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas global.

“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” tegasnya.

PKB juga menilai situasi ini terjadi karena tidak adanya sanksi tegas atas pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya yang melibatkan Israel terhadap Palestina. Luluk menyebut ketidakkonsistenan penegakan hukum internasional bisa memicu meluasnya konflik.

Seperti diberitakan, Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Dalam perkembangan berikutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Salah satu serangan dilaporkan berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan area dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei.

Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama sepekan.

Situasi kian memanas setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah titik di Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.

Di tengah eskalasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

PKB pun menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional agar segera melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut, serta menjatuhkan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda.

“Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, melainkan spiral konflik tanpa akhir,” tutup Luluk.

PKB juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran dan berharap dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan serta perdamaian yang sejati. (Rls)

Sumber : Antara