Jakarta – SahataNews | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) terus mengintensifkan upaya percepatan revitalisasi layanan kesehatan demi meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. M. Faisal Situmorang dan Direktur RSUD Panyabungan dr. M. Rusli Pulungan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuono.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026, itu membahas sejumlah usulan strategis, di antaranya kelanjutan pembangunan gedung baru RSUD Panyabungan, modernisasi alat kesehatan, serta penambahan tenaga dokter.
Direktur RSUD Panyabungan, dr. M. Rusli Pulungan, menyampaikan bahwa Wakil Menteri Kesehatan menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan untuk memberikan dukungan nyata.
“Alhamdulillah, Bapak Wamenkes merespons positif dan menyatakan komitmen untuk membantu pembangunan gedung baru serta melengkapi alat kesehatan di RSUD Panyabungan,” ujar dr. Rusli.
Selain infrastruktur dan peralatan medis, Kementerian Kesehatan juga menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Menurut dr. Rusli, dukungan tersebut mencakup kemudahan bagi dokter di RSUD Panyabungan dan RSUD Husni Thamrin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
Ia berharap, langkah ini ke depan dapat memangkas waktu antrean pasien sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah pelosok Madina, tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr. M. Faisal Situmorang, mengungkapkan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Mandailing Natal.
Menurutnya, Labkesmas akan menjadi fasilitas vital dalam mendukung pengujian kesehatan masyarakat serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer.
“Keberadaan Labkesmas merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. Dengan fasilitas ini, deteksi dini penyakit serta pemantauan kualitas lingkungan, seperti air dan pangan, dapat dilakukan secara berkala di daerah,” jelas Faisal.
Ia menambahkan, Labkesmas juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian daerah dalam surveilans kesehatan dan mempercepat respons terhadap potensi wabah penyakit.
“Kami sangat mendukung pembangunan Labkesmas ini. Harapannya, Madina dapat lebih siap dan responsif dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tutupnya.(Rizqi)

