SahataNews – Medan | Sekretaris Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Muhammad Asril, angkat bicara menyikapi dinamika panas yang mewarnai jalannya Musda Golkar Sumut 2026.
Menyusul insiden kericuhan yang sempat terjadi dalam rangkaian Musda di JW Marriott Hotel Medan, Minggu (1/2), Asril mengimbau seluruh kader dan pihak terkait untuk menjaga ketertiban, kekompakan, serta soliditas partai.
Dikutip dari Wasapada.co.id, Asril menegaskan bahwa Musda merupakan forum resmi partai yang memiliki aturan dan tata tertib yang wajib dihormati oleh semua pihak tanpa terkecuali.
Ia secara tegas meminta agar pihak-pihak yang tidak memiliki status sebagai peserta maupun peninjau sidang dapat menyesuaikan diri dan tidak mengganggu jalannya persidangan.
“Kami mengimbau dengan tegas agar pihak-pihak di luar peserta dan peninjau sidang perhimpunan dapat menyesuaikan diri serta menjaga ketertiban. Musda ini adalah forum resmi partai yang harus dijalankan sesuai mekanisme,” tegas Asril.
Meski diwarnai dinamika yang cukup tinggi, Asril justru menilai situasi tersebut sebagai cerminan besarnya perhatian publik dan kader terhadap Partai Golkar Sumut.
“Kami mengapresiasi dinamika yang luar biasa di internal Partai Golkar. Partisipasi dan perhatian berbagai elemen masyarakat dalam mengawal jalannya Musda ini menunjukkan besarnya harapan terhadap Golkar Sumut ke depan,” ujarnya.
Terkait kericuhan yang sempat terjadi, Asril menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan agar situasi serupa tidak terulang kembali. Ia mengajak seluruh kader untuk menahan diri dan mengedepankan musyawarah demi menjaga suasana tetap kondusif.
“Kami berharap tidak ada lagi kericuhan. Semua pihak harus sama-sama menjaga kondusivitas, soliditas, dan kekompakan. Perbedaan pandangan itu wajar, tapi harus disalurkan melalui mekanisme organisasi,” katanya.
Lebih lanjut, Asril juga mengingatkan kembali arahan pimpinan partai, khususnya pesan yang disampaikan oleh Pimpinan Sidang Musda Golkar ke-XI, agar seluruh rangkaian musyawarah dijalankan dalam suasana kebersamaan.
“Arahan dari Pak Guntur sudah sangat jelas. Musda ini harus berjalan kompak, solid, dan dalam suasana riang gembira. Golkar adalah partai besar dan kedewasaan berpolitik harus kita tunjukkan bersama,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Asril menegaskan komitmen Steering Committee untuk bekerja profesional, objektif, dan berpegang teguh pada AD/ART Partai Golkar.
“Kami di SC berkomitmen menjaga Musda ini tetap berjalan sesuai aturan. Harapannya, Musda ini melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar Sumut semakin solid dan berprestasi ke depan,” pungkasnya. (RLS)

