Site icon SahataNews

Mantan Penyidik KPK Jadi Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy Singgung soal OTT

SahataNews- Madina | Nama AKBP Bagus Priandy langsung menyedot perhatian publik Mandailing Natal. Bukan tanpa alasan, perwira Polri ini kembali ke jalur struktural kepolisian setelah delapan tahun bertugas sebagai Penyidik Muda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kini dipercaya menjabat Kapolres Madina.

“Saya menjadi penyidik KPK selama kurang lebih sewindu, delapan tahun. Sampai dengan akhir 2025, saya mendapat amanah dari pimpinan untuk kembali berdinas sebagai anggota Polri,” ujar Bagus saat acara Pisah Sambut Kapolres Madina di Rumah Dinas Bupati Madina, Panyabungan, Senin malam (12/12/2026).

AKBP Bagus Priandy, lulusan Akpol 2007, resmi menggantikan AKBP Arie Sopandi Paloh yang kini menjabat Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadir Binmas) Polda Sumatera Utara.

Penugasan mantan penyidik KPK sebagai Kapolres Madina pun memunculkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Apalagi, Mandailing Natal sempat menjadi sorotan nasional menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada pertengahan tahun lalu yang menyeret Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, sebagai salah satu pesakitan.

Menjawab isu tersebut, Bagus menegaskan bahwa kehadirannya kini dalam konteks yang berbeda.

“Tengah tahun kemarin Mandailing Natal jadi berita nasional. Ada teman saya datang ke sini, tapi mungkin dalam situasi yang kurang enak bagi Pemkab Madina. Sekarang saya datang dengan situasi yang baik. Saya kembali bertugas sebagai anggota Polri. Saya bukan lagi penyidik,” tegasnya.

Lulusan Magister Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan bahwa tugas Polri tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga mengayomi masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas). Berbeda dengan peran penyidik KPK yang berfokus pada penyidikan semata.

Sebagai bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), AKBP Bagus menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat Madina.

Mantan Kasat Narkoba Polres Poso ini juga membuka ruang selebar-lebarnya bagi kritik dan masukan.“Kalau ada saran, kritik, atau masukan, silakan langsung sampaikan ke saya. Walaupun saya Kapolres, saya ingin menjadi bagian dari keluarga di Mandailing Natal,” ujarnya.

Ia menegaskan kepemimpinannya mengedepankan keterbukaan.“Saya sadar ilmu saya masih terbatas dan masih banyak yang perlu saya pelajari,” tutup Bagus.

Sementara itu, Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, berharap AKBP Bagus Priandy dapat melanjutkan berbagai program baik yang telah dijalankan kapolres sebelumnya. “Perubahan terus berlangsung dan masih ada ruang perbaikan. Harapan kami, Pak Bagus bisa menyempurnakan hal-hal yang belum maksimal, di tengah dinamika kepentingan masyarakat, perkembangan zaman, serta keterbatasan anggaran dan waktu,” ujar Atika.

Atika juga menilai kehadiran lengkap unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam acara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa AKBP Bagus Priandy disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat Madina.“Banyak pekerjaan bisa selesai kalau komunikasi berjalan lancar,” pungkasnya.(Rizqi)

Exit mobile version