SahataNews – MBG| Warga Desa Lubuk Kapundung II, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengiringi keberangkatan Bupati Madina H. Saipullah Nasution bersama rombongan menuju pinggiran Sungai Aek Parlampungan, kawasan Siulang Aling, Minggu (14/12/2025).

Pengantaran tersebut dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama, para orang tua, hingga anak-anak. Mereka tampak berjalan bersama hingga ke tepi sungai yang selama ini menjadi akses utama transportasi warga desa.

Sebelum meninggalkan Desa Lubuk Kapundung II, seorang ibu lanjut usia menyampaikan harapannya kepada Bupati Madina dengan bahasa Mandailing, “Ro Pak Bupati sakali nai tu amion da,” yang berarti, “Pak Bupati, datanglah lagi ke tempat kami.”

Menanggapi hal tersebut, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menjawab dengan penuh empati, “Insyaallah inda sakali nai, dor do roa au tuson. Ulang sugari harani bencana,” yang bermakna bahwa dirinya berjanji akan sering berkunjung ke desa tersebut dan berharap kunjungan ke depan bukan lagi karena musibah bencana.

Usai berpamitan dengan warga, Bupati Madina bersama rombongan menaiki boat milik warga yang menjadi sarana transportasi utama desa untuk menuju pusat kecamatan.

Saat Bupati Madina bersama rombongan bersiap meninggalkan lokasi, suasana haru semakin terasa ketika salah seorang warga yang berdiri di pinggir sungai tiba-tiba melantunkan azan dengan suara yang sangat merdu, mengiringi kepulangan Bupati Madina dari desa tersebut.

Hingga kini, Sungai Aek Parlampungan masih menjadi satu-satunya akses warga Desa Lubuk Kapundung II untuk menuju pinggiran jalan raya dan pusat kecamatan.

Diketahui sebelumnya, kehadiran Bupati Madina di wilayah tersebut merupakan bagian dari kunjungan kemanusiaan untuk menyapa sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir yang terjadi pada Senin (24/11/2025) lalu.

Tiga hari pascabencana, Bupati Madina juga sempat berupaya menerobos titik longsor dan banjir untuk mencapai empat desa di wilayah Siulang Aling, yakni Desa Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, dan Desa Ranto Panjang, yang saat itu terendam banjir dan sempat terisolasi. Namun, upaya tersebut terkendala cuaca yang tidak memungkinkan.

Akibat kondisi tersebut, Bupati Madina hanya dapat mencapai Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, dan bantuan bagi warga di empat desa tersebut disalurkan melalui Camat serta para Kepala Desa setempat.

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Muara Batang Gadis disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Tingginya curah hujan membuat sungai tidak mampu menampung debit air hingga meluap dan merendam permukiman warga.(Rizqi)