Tebing Tinggi – SahataNews | Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Link III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa ini merenggut sembilan korban jiwa, terdiri dari delapan penumpang dan satu orang pengemudi mobil Toyota Avanza.
Mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP yang dikemudikan Abdul Kadir (43), warga Pasar IV Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, membawa delapan penumpang dan hendak melintasi rel kereta api tanpa palang pintu.
Saat bersamaan, melaju Kereta Api Sri Bilah Utama (KA U54) dengan lokomotif CC 2018344 yang dikemudikan masinis Hendrik Santoso (37) bersama asisten masinis Goklas Junior (35) dari arah Kisaran menuju Medan.
Tabrakan tak terelakkan. Mobil Avanza dihantam dan terseret sejauh kurang lebih 20 meter hingga kereta berhenti.
Akibat benturan keras tersebut, pengemudi mengalami luka berat dan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebing Tinggi.
Sementara delapan penumpang lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian, termasuk dua orang anak.
Adapun delapan penumpang yang meninggal dunia yakni:
Rizal (59), warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang
Daratul Laila (50)
Risnawati (57)
MH (4)
MA (6)
Asrah (80)
Sri Devi (41)
Suhery (40)
Tujuh korban terakhir merupakan warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Seluruh korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi.
Saksi mata Syahril (64), warga setempat, mengaku telah meneriaki pengemudi agar tidak melintas karena kereta api akan melintas. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan hingga kecelakaan terjadi.
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya, SIK, MH membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan seluruh korban telah dibawa ke rumah duka di Kabupaten Deli Serdang menggunakan sembilan unit ambulans.
“Total korban meninggal dunia sembilan orang, terdiri dari delapan penumpang dan satu sopir. Kasus ini telah ditangani Satlantas Polres Tebing Tinggi, dan kendaraan Avanza sudah diamankan,” ujarnya.
Diketahui, para korban sebelumnya berangkat dari Deli Serdang untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara, kemudian menjenguk kerabat di Sei Segiling, sebelum dalam perjalanan pulang ke Deli Serdang. (Rls)
Sumber : Antara

