Medan – SahataNews | Suasana keamanan di kawasan Belawan kembali menjadi sorotan. Kabar yang menyebut Polres Pelabuhan Belawan tak lagi dipersenjatai beredar luas di tengah masyarakat sejak Februari lalu, saat terjadi aksi tawuran di sejumlah titik di Kecamatan Belawan.

Diberitakan Tribun Medan, Isu ini kembali mencuat ketika masyarakat bersama sejumlah organisasi menggelar audiensi ke DPRD Provinsi Sumatera Utara di Medan, Kamis (5/3/2026).

Salah seorang warga, Bangkit Sutrisno, mengungkapkan keresahan warga atas tawuran lanjutan yang disebut tak hanya berujung bentrok antar kelompok, tetapi juga penjarahan rumah warga.

“Mulanya itu di bulan Februari, ada tawuran lanjutan dari beberapa hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam aksi tersebut dua rumah warga dijarah oleh pelaku yang masih berusia belasan tahun. Bahkan, salah seorang kepala keluarga disebut sempat dikejar dan diancam akan dibakar hidup-hidup.

“Langsung sontak kami kaget, tentunya kami resah dan takut,” katanya.

Bangkit juga menyoroti respons kepolisian yang dinilai lamban. Ia mengaku sudah berupaya berkomunikasi secara berjenjang hingga ke jajaran pimpinan di Polres, namun merasa tidak mendapat tanggapan aktif.

Di hadapan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi dan anggota dewan, ia juga mengaku mendengar pernyataan bahwa personel tidak lagi dipersenjatai. Pernyataan itu, katanya, disampaikan saat terjadi kerusuhan di kawasan Jalan KL Yos Sudarso.

“Bagaimana mungkin pengaman kita tidak dipersenjatai? Bagaimana nasib kami masyarakat yang tidak punya senjata?” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi membantah bahwa jajarannya tidak dipersenjatai. Ia menyebut terjadi miskomunikasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Masalah senjata ada tekniknya di internal kami. Penggunaan senjata itu ada tanggung jawab saya sebagai pimpinan. Salahnya penyampaian ke masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak semua personel berwenang memegang senjata api karena ada persyaratan dan prosedur internal yang harus dipenuhi. Selain itu, penggunaan senjata bukan satu-satunya solusi dalam penanganan tawuran.

“Apakah senjata itu jadi solusi? Yang utama adalah kehadiran personel di lokasi untuk membubarkan dan mengendalikan situasi,” katanya.

Kapolres juga menyebut pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan guna mengantisipasi meluasnya aksi tawuran di kawasan Belawan.

Meski demikian, warga berharap aparat keamanan dapat menunjukkan langkah konkret dan respons cepat agar situasi kembali kondusif dan rasa aman masyarakat benar-benar terjamin. (Rls)

Sumber : fb Posmetro Medan