Tapteng – SahataNews | Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Rabu sore (11/2/2026) berubah menjadi ancaman serius. Dalam hitungan jam, empat kecamatan dilanda banjir akibat sungai meluap.

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng menyebutkan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan hingga pukul 19.55 WIB genangan air masih bertahan dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter.

Empat kecamatan terdampak yakni Sarudik, Pandan, Tukka, dan Barus.

Di Kecamatan Sarudik, air setinggi 50 sentimeter merendam Lingkungan II Kelurahan Pasir Bidang. Sementara di Lingkungan VIII Kelurahan Sarudik, ketinggian air mencapai 1 meter. Kelurahan Pondok Batu juga tak luput dari terjangan banjir.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan. Genangan air setinggi 1 meter membuat sebagian warga harus melalui proses evakuasi. Banjir juga menerobos permukiman di Kelurahan Hutanabolon, Bonalumban, dan Pasar Tukka di Kecamatan Tukka.

Di Kecamatan Barus, rumah-rumah warga di Kelurahan Padang Masiang dan Desa Kinali ikut terendam.

Meski air sempat meninggi, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, sejumlah rumah warga terdampak cukup serius. Hingga Rabu malam, belum terdapat laporan warga yang mengungsi.

Tim BPBD langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan, membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga, serta bersiaga untuk evakuasi jika kondisi memburuk.

Sebagai langkah antisipasi, GOR Pandan milik Pemkab Tapteng telah difungsikan sebagai lokasi evakuasi sementara apabila dibutuhkan.

Plh Kepala Pelaksana BPBD Tapteng, Leonardus J. Sinaga, menegaskan pihaknya terus memperbarui laporan situasi sesuai perkembangan di lapangan.

“Hingga malam ini hujan masih berlangsung dengan intensitas tinggi di sebagian wilayah. Tim kami tetap siaga,” ujarnya.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran sungai, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.

Cuaca ekstrem yang masih berlanjut dikhawatirkan memicu banjir susulan. Warga diminta tidak lengah.(Rls)

Sumber : Fb Posmetro Medan