Dairi – SahataNews | Misteri dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mulai menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa dari dua sekolah mengungkap adanya kontaminasi mikrobiologi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, Selasa (24/2/2026). Pemeriksaan dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah Sumatera Utara.

“Terkait hasil sampel MBG yang telah diperoleh, ditemukan adanya mikrobiologi berdasarkan surat dari Laboratorium Kesehatan Daerah yang melakukan pemeriksaan,” ujar Hamid kepada wartawan.

Kontaminasi mikrobiologi tersebut ditemukan pada sampel makanan dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang. Kedua sekolah itu sebelumnya melaporkan sejumlah siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada 9 dan 10 Februari 2026.

Hamid menjelaskan, rincian hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi untuk ditindaklanjuti.

“Memang ada beberapa temuan dari menu yang diuji dan detailnya sudah kita serahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi,” katanya.

Meski belum merinci jenis mikroorganisme yang ditemukan, Dinas Kesehatan Sumut menegaskan perlunya langkah lanjutan di tingkat kabupaten. Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi diminta segera melakukan telaah menyeluruh serta koordinasi lintas sektor.

“Kita harapkan segera mengambil langkah lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pengelola SPPG, Badan Gizi Nasional, sekolah, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya,” tutur Hamid.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting guna memastikan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan dalam program MBG, sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, sebanyak 170 siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun, dan selada pada Senin (9/2/2026).

Sehari kemudian, 110 siswa SMK Arina Sidikalang juga mengalami gejala serupa usai menyantap nasi, ikan goreng, sayur toge, tempe goreng, dan buah salak.

Dengan temuan hasil laboratorium ini, perhatian publik kini tertuju pada pengelolaan program MBG di Kabupaten Dairi.

Evaluasi komprehensif dinilai menjadi langkah penting agar program pemenuhan gizi bagi pelajar tetap berjalan aman dan sesuai standar kesehatan.

Sumber: RMOL Sumut