Kotanopan – SahataNews | Laga final NNB Cup II di Lingkungan 1 Pasar Kotanopan, Madina, Jumat (14/11/2025), berubah menjadi ajang kejar-kejaran wasit. Pertandingan Anduring FC vs Sinar Muda FC mendadak ricuh setelah keputusan penalti di detik terakhir memicu kemarahan pemain dan suporter, bahkan wasit Parlin mendapat bogem mentah hingga harus diamankan polisi dan TNI.
Awalnya pertandingan berlangsung mulus. Kedua tim bermain ketat dan hati-hati. Menjelang jeda babak pertama, Anduring sukses mencuri gol lewat tendangan Rizky Pangaloan yang memanfaatkan bola bebas dari Akbar.
Namun babak kedua langsung panas. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi dan Parlin mengeluarkan empat kartu kuning. Sorakan dan cemoohan pecah dari para pendukung. Suasana benar-benar memanas saat pemain Sinar Muda terjatuh di kotak penalti namun tidak digubris wasit—hingga beberapa suporter nekat masuk ke lapangan.
Setelah sempat dihentikan, pertandingan dilanjutkan. Menit-menit akhir menjadi drama sesungguhnya. Sinar Muda menekan habis-habisan, sementara pemain Anduring memprotes tambahan waktu yang dianggap terlalu panjang.
Detik terakhir, lemparan ke dalam Sinar Muda menciptakan kemelut dan bola mengenai tangan pemain Anduring. Tanpa ragu wasit menunjuk titik putih. Protes keras pecah, namun eksekusi tetap berjalan. Kiper pengganti Farhan sempat menepis bola tendangan Zary Simbolon, tetapi bola tetap meluncur melewati garis. Parlin pun mengesahkan gol.
Saat itulah neraka meledak di tengah lapangan. Pemain, suporter, hingga penonton yang turun ke lapangan mengerubungi Parlin. Pukulan dan tendangan mengenai tubuh sang wasit. Aparat keamanan terpaksa turun tangan menyelamatkannya dari amukan massa.
Setelah beberapa menit chaos, situasi akhirnya mereda. Kepala Desa Singengu Julu, Maraginda Hakim Nasution, turun langsung meminta pendukung Anduring meninggalkan lapangan. Panitia menghentikan pertandingan dan hingga kini belum menetapkan hasil resmi. (Rizqi)

