Sumut – SahataNews | Muhammad Bobby Afif Nasution resmi mencanangkan program intervensi atau penambahan dana desa dengan nilai fantastis, berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp50 miliar per desa. Program ini direncanakan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara saat menghadiri kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa Kejaksaan RI serta Pengukuhan DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Sabtu (14/2/2026).

“Kami mencanangkan, pemerintah provinsi untuk tahun 2027 akan memfokuskan beberapa anggaran kami untuk langsung intervensi ke desa-desa,” kata Bobby, yang disambut tepuk tangan para peserta.

Namun, Bobby menegaskan, dana besar tersebut tidak akan dibagikan secara merata kepada seluruh desa di Sumatera Utara yang jumlahnya lebih dari 5.000 desa. Pemerintah Provinsi akan menerapkan sistem kompetisi bagi desa-desa yang memiliki konsep pembangunan terbaik dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Tidak semua desa. Kami tahu kemampuan anggaran provinsi tidak sanggup membiayai seluruh desa. Kami akan coba buat kompetisi. Tahun ini akan kami buka, kemungkinan setelah Lebaran,” jelasnya.

Menurut Bobby, program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan Indonesia dimulai dari desa. Ia menyinggung sejumlah program nasional seperti Desa Nelayan dan Koperasi Merah Putih sebagai contoh penguatan ekonomi berbasis desa.

“Kita yang dari desa harus punya ide untuk masyarakat kita sendiri. Kalau ada ide yang bagus dan berdampak, saya yakin Bupati, Wali Kota, dan kami dari provinsi pasti akan mendukung,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga meminta ABPEDNAS berperan aktif memberikan masukan serta mendorong inovasi desa agar mampu bersaing dalam lomba konsep pembangunan tersebut.

“Mudah-mudahan nanti yang menang dan akan kita bangun tahun depan, idenya juga lahir dari ABPEDNAS yang baru dilantik hari ini,” pungkasnya.

Program ini diproyeksikan menjadi salah satu terobosan besar Pemprov Sumut dalam mendorong percepatan pembangunan desa berbasis inovasi dan daya saing.(Rizqi)