Sukabumi – SahataNews | Kabar wafatnya NS (13), siswa kelas 1 SMPIT Darul Ma’arif Cibitung, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam. Santri yang dikenal aktif dan ceria itu meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) di RSUD Jampangkulon.
Pimpinan Ponpes Darul Ma’arif, Abdurrahman, mengaku sangat terkejut saat menerima kabar kondisi kritis almarhum.
“Kami mendapat informasi pada Kamis pagi dari ayahnya bahwa NS dirawat dalam kondisi kritis. Sore harinya kami kembali mendapat kabar bahwa almarhum telah meninggal dunia. Saya langsung berangkat ke rumah sakit,” ujarnya.
Dikutip dari Sukabumi Update, Abdurrahman juga menyampaikan bahwa terakhir kali pihak pesantren bertemu dengan NS adalah pada Selasa, 3 Februari 2026 atau bertepatan dengan 15 Sya’ban, saat kegiatan menjelang libur Ramadan.
Saat itu, karena asrama tengah dalam tahap pembangunan, seluruh santri dipulangkan sementara ke rumah masing-masing. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa almarhum dalam kondisi membahayakan.
“Sehari sebelum libur panjang, dia masih bermain bola bersama teman-temannya di halaman sekolah. Anak itu aktif, sopan, dan humoris,” kenang Abdurrahman seperti dikutip Sukabumi Update.
Selama masa liburan, pihak pondok menerima informasi bahwa NS sempat berobat ke Puskesmas Jampangkulon. Beberapa hari sebelum wafat, ia juga disebut masih sempat berkunjung ke rumah keluarga di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.
Namun saat pihak pesantren menjenguk di rumah sakit, kondisi yang terlihat sangat memprihatinkan.
“Saat kami melihat langsung di RSUD Jampangkulon, kondisi tubuhnya cukup mengkhawatirkan dengan luka bakar,” ungkapnya.
Operator sekolah, Sogirin, turut mengenang almarhum sebagai siswa yang baik dan disenangi banyak pihak. Bahkan, pesantren sebelumnya memberikan keringanan biaya pendidikan serta bantuan kebutuhan belajar karena melihat semangat dan kepribadiannya.
Kini suasana haru menyelimuti lingkungan sekolah dan pondok pesantren. Pihak pesantren berharap seluruh proses pendalaman yang dilakukan aparat berwenang dapat berjalan objektif dan memberikan kejelasan atas peristiwa tersebut.
“Kami sangat kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah dan semoga semuanya dapat terungkap dengan terang,” tutup Abdurrahman.(Rls)

