JAKARTA, SahataNews – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.

Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Selain itu, sebanyak 22.798 penumpang terdampak akibat pembatalan penerbangan menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Penutupan sementara juga dilakukan di lima bandara lainnya, yakni Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, serta Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengatakan penghentian sementara penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan demi keselamatan.

“Demi keselamatan, penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB,” ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (6/9/2026).

Teddy mengatakan informasi mengenai perubahan tujuan penerbangan dan kompensasi bagi penumpang akan disampaikan secara berkala oleh Kementerian Perhubungan.

“Update terkait perubahan tujuan/kompensasi akan disampaikan secara berkala oleh Kemenhub,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai segera menyampaikan informasi kepada penumpang apabila penerbangan terganggu atau dibatalkan.

Menurut Dudy, penumpang tidak perlu datang langsung ke bandara untuk mengetahui status penerbangan maupun mengurus refund tiket.

Proses pembatalan dan pengembalian dana tiket dapat dilakukan secara elektronik melalui data kontak penumpang, seperti email atau nomor telepon.

Gunung Anak Krakatau sendiri dilaporkan mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Erupsi disertai suara gemuruh dan dentuman. Abu vulkanik yang terbawa angin juga dilaporkan mencapai sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, hingga terdeteksi di wilayah Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat. (Rls)

 

Sumber : Tribun Sumsel/ Kompas.com