Tambangan – SahataNews | Pemandangan yang menyejukkan hati terus terlihat di Lapangan Kantor Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Minggu pagi (2/11/2025).
Ketika Anak-anak tampak ceria bermain permainan tradisional sambil menikmati Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan rutin bertajuk Wisata Permainan Leluhur (WITAPERMAINUR).
Kegiatan ini terekam dalam unggahan akun Facebook Muara Mais Berbenah, memperlihatkan wajah-wajah gembira anak-anak desa yang larut dalam permainan masa lalu: congklak, tali, marsimonjap (sembunyi), hingga merangkai gelang dari manik-manik. Sementara di sisi lain lapangan, anak-anak laki-laki tampak seru bermain bola di area dekat kilang padi.
Kepala Desa Muara Mais, Syahrir Matondang, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang bermain, tetapi juga wadah pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Hari ini kami mengajari anak-anak membuat gelang tangan dari manik-manik. Kegiatan ini melatih kreativitas dan koordinasi tangan-mata anak,” ujarnya.
Lebih dari sekadar permainan, WITAPERMAINUR menjadi simbol kepedulian desa terhadap tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan kreatif. Dengan slogan inspiratif:
“Ingat, Bermain Tak Perlu Mewah. Sehat dan Bergizi Tak Perlu Mahal.”
Yang tak kalah menarik, kegiatan ini juga diwarnai dengan seruan khas penuh semangat dari warga:
“Marmayam Ketaaa.. MarHp Emmma, Majolo..!”
Yang artinya “Ayo bermain, main HP nggak mau!”
Semangat sederhana namun penuh makna itu seolah menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati anak-anak tak selalu datang dari layar gadget, melainkan dari tawa, kebersamaan, dan permainan yang membangkitkan kenangan masa kecil.
Dengan kegiatan seperti ini, Desa Muara Mais membuktikan bahwa melestarikan budaya leluhur bisa berjalan seiring dengan membangun generasi yang sehat dan kreatif. (RIZQI)








