Madina – SahataNews | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Pemerintah Kecamatan Puncak Sorik Marapi resmi mengeluarkan peringatan serius terkait perkembangan aktivitas visual Gunung Sorik Marapi per 3 April 2026.
Dalam surat edaran terbaru, masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama. Zona ini dinilai berbahaya seiring meningkatnya potensi aktivitas vulkanik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tak hanya itu, warga juga diminta menjauhi kawasan rawan seperti Kawah Sibangor Tonga dan Kawah Sibangor Julu, yang berpotensi mengeluarkan semburan lumpur panas dan gas beracun tanpa tanda-tanda awal.
Camat Puncak Sorik Marapi, Yanjahuddin, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan bersama PVMBG dan petugas di pos pengamatan gunung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung dan petugas lapangan. Saya minta masyarakat benar-benar patuh pada radius aman dan menjauhi kawasan kawah demi keselamatan bersama,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Meski situasi meningkat, masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti arahan resmi pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak terpengaruh hoaks yang beredar di tengah situasi seperti ini. Informasi yang valid hanya dapat diakses melalui aplikasi resmi seperti MAGMA Indonesia atau kanal Badan Geologi.
Hingga kini, pihak kecamatan masih dalam kondisi siaga penuh dan terus memantau perkembangan terbaru. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. (Rizqi)





