Madina – SahataNews | Laga persahabatan kelompok usia U-15 antara Old Crack Madina (OCM) kontra SSB Sayap Biru Padangsidimpuan berlangsung seru dan menarik di Stadion H. Adam Malik Madina, Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Minggu (25/1/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan atraktif. OCM dan Sayap Biru sama-sama mengandalkan penguasaan bola, operan-operan pendek cepat, serta umpan terobosan yang memanjakan mata penonton. Duel dua kapten tim yang sama-sama mengenakan nomor punggung 8 pun menjadi pusat perhatian dalam mengatur tempo permainan.

Memasuki pertengahan babak pertama, OCM mulai mendominasi. Variasi serangan diperagakan lewat overlapping bek kiri Akbar. Pemain bernomor punggung 30 itu tampil tenang dan agresif, beberapa kali membuat barisan belakang Sayap Biru kewalahan.
Puncaknya terjadi sekitar menit ke-30. Akbar menerima bola di sisi kanan pertahanan lawan. Dengan skill individu luar biasa, ia melewati empat pemain belakang Sayap Biru sebelum melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri gawang. Gol spektakuler! OCM unggul 1-0.
Unggul satu gol membuat anak-anak OCM tampil semakin percaya diri. Tak lama berselang, Syahputra nyaris menggandakan keunggulan setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah. Sayang, tembakan pemain bernomor punggung 49 itu masih melebar.
Menjelang turun minum, Fadel sempat mencetak gol lewat bola rebound. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Syahputra lebih dahulu terjebak offside dalam proses serangan.

Di babak kedua, SSB Sayap Biru tampil lebih berani menekan. Beberapa peluang berbahaya tercipta lewat kaki Habib Al Arabi. Dua kali percobaannya mengancam gawang OCM, satu membentur mistar dan satu lagi berhasil diamankan kiper.
Namun justru OCM yang kembali menambah gol. Gol! Fairuz sukses memanfaatkan umpan terukur Akbar untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Sayap Biru meningkatkan intensitas serangan. Pertandingan pun berlangsung semakin panas dengan jual beli serangan. Striker Sayap Biru bernomor punggung 9 sempat menusuk dari sisi kanan, namun tembakannya hanya menghasilkan sepak pojok setelah ditepis kiper OCM.
Petaka bagi Sayap Biru datang di pertengahan babak kedua. Harun yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil lepas dari kawalan bek lawan dan dilanggar kiper Sayap Biru di area terlarang. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah.
Meski bermain dengan 10 orang, Sayap Biru justru mampu memperkecil ketertinggalan. Habib Al Arabi menunjukkan kualitasnya dengan melewati dua bek OCM di sisi kiri, lalu memberikan umpan matang kepada striker yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-1.
Lima menit terakhir berlangsung menegangkan. Kedua tim tampil agresif, namun hingga peluit panjang dibunyikan tak ada gol tambahan tercipta. OCM U-15 pun keluar sebagai pemenang.
Pelatih OCM, Rifky Syahrial, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya meski masih ada sejumlah sektor yang perlu dibenahi. Ia menyebut laga ini sebagai pemanasan penting jelang turnamen resmi Suratin yang akan digelar Rabu mendatang.
Sementara itu, Ketua OCM dr. Syafran Harahap mengaku sangat terhibur dengan permainan timnya.
“Kita yang menyaksikan merasa sangat terhibur dengan gaya bermain, kedewasaan bermain, dan alhamdulillah juga dengan hasil kemenangan,” ujarnya.
Syafran menegaskan bahwa pembentukan OCM kelompok usia ini bertujuan mengorbitkan calon atlet sepak bola profesional asal Madina.
“Target awal kami, mudah-mudahan bisa mengirimkan wakil dari Madina ke pra-PON,” katanya penuh harap.
Sebelum pertandingan dimulai, Bupati Madina H. Saipullah turut hadir memberikan motivasi kepada kedua tim dan mendapat kehormatan melakukan tendangan pertama sebagai tanda laga resmi dimulai.(Rizqi)

