Jawa Barat – SAHATA | Aksi penyelamatan yang mendebarkan terjadi di Sukabumi, Kamis pagi (17/10), saat helikopter Basarnas menerobos cuaca ekstrem demi menyelamatkan 70 nelayan dan pemancing yang terjebak di Dermaga PT. SBP, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuled.
Terisolir di ujung dermaga yang rusak akibat hantaman ombak setinggi 3,5 meter, para korban hanya bisa berharap pada bantuan udara setelah jalur laut dianggap terlalu berbahaya.
Dengan gelombang laut yang mengamuk dan angin kencang hingga 35 knot, Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan bahwa situasi di pantai selatan Jawa Barat sangat berisiko. “Helikopter menjadi satu-satunya cara untuk membawa logistik dan regu penyelamat, karena kondisi di laut sangat ekstrem,” kata Edy dari Jakarta.
Tak hanya membawa bantuan logistik, tim penyelamat juga diturunkan untuk memeriksa kesehatan warga yang telah terisolir sejak Rabu. Namun, tragedi pun terjadi tiga warga dilaporkan hilang setelah terseret ombak besar. Mereka adalah Dede Yusuf (28), Rahmat alias Ehek (51), dan Rohmat (36), semuanya warga Desa Buniasih.
Detik-detik mencekam ketika ombak besar menghantam dermaga sempat terekam dalam video amatir yang cepat viral di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang menghancurkan dermaga dan membuat akses darat sepenuhnya terputus.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri masih bersiaga di lokasi, menunggu cuaca membaik untuk melakukan pencarian korban yang hilang dan mengevakuasi warga yang terjebak. Operasi penyelamatan ini menjadi sorotan nasional, menggambarkan betapa berbahayanya perairan selatan Jawa Barat, sekaligus menunjukkan keberanian para petugas dalam menyelamatkan nyawa di tengah kondisi alam yang ganas.(red)
(Sumber : ANTARA)








