MADINA, SahataNews – Dukungan terhadap Roy Samsuri Lubis sebagai kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode mendatang terus menguat.
Kali ini, dukungan datang dari Anggota DPRD Madina dari Partai Hati Nurani Rakyat, Khairul Anwar Hasibuan atau yang akrab disapa Irul.
Irul menyampaikan dukungan tersebut usai mengikuti Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III dan Penyerahan Hasil Reses di Ruangan Fraksi Persatuan Hati Nurani (PHN) DPRD Madina, Selasa (6/10/2026).
Sebagai mantan Ketua Organisasi Sosial (Orsos) Karang Taruna Desa Rumbio pada 2011, Irul mengaku memahami bagaimana peran dan fungsi Karang Taruna hingga ke tingkat desa.
Bahkan, menurutnya, saat memimpin Karang Taruna Desa Rumbio, organisasi tersebut sempat membawa nama desanya masuk lima besar tingkat nasional.
Terkait munculnya nama Roy sebagai kandidat Ketua Karang Taruna Madina, Irul menyatakan apresiasinya.
“Iya, terkait dalam hal ini munculnya Saudara Roy untuk kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal untuk periode ke depan, saya sangat mengapresiasi,” ujar Irul.
Menurut Irul, salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pencalonan Ketua Karang Taruna adalah pengalaman serta status sebagai kader atau pengurus Karang Taruna.
Ia menyebut Roy merupakan salah satu pengurus Karang Taruna di Kecamatan Panyabungan Barat.
“Dan beliau termasuk salah satu pengurus di Kecamatan Panyabungan Barat. Tentu dalam hal ini mengetahui secara pasti kondisi riil di daerah desa, karena Karang Taruna ujung tombaknya adalah di desa,” katanya.
Atas dasar itu, Irul menyatakan dukungannya agar Roy maju sebagai kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal.
“Untuk itu, Saudara Roy untuk sama-sama kita dukung dan saya apresiasi untuk menjadi kandidat Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal periode ke depan,” tegasnya.
Irul juga berharap, apabila Roy nantinya terpilih, ia dapat menjalankan amanah organisasi sesuai tugas, fungsi, motto, serta petunjuk teknis yang berlaku di Karang Taruna.
“Saya Tahu Latar Belakang dan Rekam Jejaknya”
Irul menegaskan dukungannya terhadap Roy bukan tanpa alasan. Ia mengaku mengetahui latar belakang dan rekam jejak Roy, termasuk keterlibatannya dalam aktivitas sosial.
“Iya, dalam hal ini saya mendukung beliau karena saya tahu latar belakang beliau dan rekam jejaknya seperti apa,” ujarnya.
Ia menilai Roy merupakan salah satu sosok yang aktif dan memiliki perhatian terhadap persoalan sosial.
“Saya lihat, baik itu di media ataupun dalam kegiatan sehari-hari, beliau termasuk salah satu aktivis maupun yang pemerhati dalam dunia sosial. Itu saya dukung beliau menjadi kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal,” kata Irul.
Ia pun mengajak para pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan untuk memberikan dukungan kepada Roy dalam Temu Karya yang akan datang.
“Harapan saya kepada seluruh pengurus-pengurus kecamatan, dukunglah Saudara Roy di Temu Karya nanti untuk sebagai kandidat Ketua Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.
Menurut Irul, Karang Taruna Madina ke depan harus mampu hadir dan bergerak dari tingkat desa hingga seluruh wilayah kabupaten.
“Dan kita harapkan beliau nanti amanah untuk melaksanakan tugas dan fungsi Karang Taruna di Kabupaten Mandailing Natal. Dan membawa bendera Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal mulai dari perbatasan Siabu sampai nanti ke Muara Batang Gadis, dan juga sampai ke Muara Sipongi,” ujarnya.
Irul: “Saya Mendukung Kader”
Pernyataan Irul semakin menarik ketika ditanya mengenai pentingnya status kader dalam proses pencalonan Ketua Karang Taruna.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan pemahamannya, kandidat Ketua Karang Taruna harus memiliki latar belakang sebagai kader atau pengurus Karang Taruna.
“Sepengetahuan kami, kalau dia tidak kader, itu tidak termasuk dalam tatib untuk sistem perekrutan bakal calon Ketua Karang Taruna. Itu yang kami tahu selama ini,” ungkapnya.
Irul bahkan secara terbuka menyatakan lebih memilih kader Karang Taruna untuk memimpin organisasi tersebut.
“Ya saya mendukung kader. Kalau misalnya terjadi ada calon yang bukan kader, saya kira itu kurang baik,” tegasnya.
Menurut dia, pengalaman beberapa tahun sebelumnya menjadi salah satu alasan mengapa kaderisasi perlu menjadi perhatian serius.
“Karena kita sudah melihat tindak lanjut ataupun ke belakang beberapa tahun belakangan ini yang tidak kader masuk sebagai Karang Taruna sangat tidak relevan dan tidak ada aktivitas Karang Taruna yang signifikan yang bisa membawa gaung Karang Taruna di Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.
Karena itu, ia berharap proses pemilihan Ketua Karang Taruna Madina nantinya benar-benar mempertimbangkan kader yang memiliki pengalaman dan memahami organisasi dari bawah.
“Harapan saya untuk pengurus Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal, kita ambil yang kader, betul-betul kader dan dia berasal dari terserah, mau dari desa, kecamatan, ataupun dari kabupaten,” pungkas Irul. (Rizqi)
