TUKKA, SahataNews– Sebuah video yang memperlihatkan kepanikan warga saat banjir menerjang Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, beredar di media sosial, Sabtu (18/7/2026).

Video tersebut diunggah melalui akun Facebook Wak Peci Harahap Labusel dan berdurasi 7 menit 34 detik.

Dalam rekaman terlihat arus banjir yang sangat deras dan besar mengalir di sekitar permukiman warga. Sebuah sepeda motor dan sepeda anak terlihat terendam banjir, sementara sebuah kayu berukuran besar terbawa arus dan melintas di depan rumah.

Di tengah kondisi tersebut, terdengar seorang ibu menjerit histeris sambil berulang kali meminta pertolongan dan memanjatkan doa.

“Oh… Tolong kami ya Allah. Tolong kami ya Allah. Udah besar kali air ya Allah, sedikit lagi masuk. Udah masuk air. Kereta kami udah mumbang (hanyut) ya Allah. Selamatkan kami ya Allah, selamatkan nyawa kami ya Allah,” terdengar suara ibu tersebut.

Dalam kondisi panik, sang ibu juga meminta pertolongan pemerintah dan menyebut tanggul jebol setelah hujan deras.

“Pemerintah, tolong kami. Bagaimana kalian melihat kami ini, pemerintah. Asal hujan tanggul lepas, tanggul jebol,” ucapnya.

Situasi semakin mencekam ketika salah seorang anggota keluarga melihat kendaraan mereka mulai terbawa arus banjir.

“Akbar, Akbar! Akbar! Ula tusan (jangan ke sana),” teriak sang ibu.

Salah seorang anggota keluarga kemudian terdengar memperingatkan bahwa sepeda motor mulai hanyut.

“Awas, hanyut ini bang. Ibu, itu hanyut sepeda motor di situ,” ujarnya.

Sang ibu kemudian meminta anggota keluarga untuk naik ke tempat yang lebih tinggi dan segera mematikan aliran listrik.

“Pato do ma naik bang, pamatian jo lampu ta (matikan saja lampu kita). Geser dulu,” katanya.

Kepanikan terus terdengar sepanjang video. Sang ibu berulang kali memanjatkan doa agar hujan segera reda dan keluarganya diselamatkan.

“Tolong kami ya Allah. Banjir, ya Allah. Allahu Akbar. Redalah hujan ini ya Allah,” ucapnya berulang kali.

Ia juga menyebut bahwa keluarganya tidak dapat keluar dari rumah karena telah terkepung banjir.

“Mau keluar juga enggak bisa. Sudah terjebak banjir. Mau keluar juga enggak bisa, sudah besar kali airnya,” katanya.

Dalam rekaman tersebut, anggota keluarga juga berupaya mengamankan barang-barang penting, termasuk telepon seluler, serta mencari tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Kondisi aliran listrik menjadi perhatian karena air terus naik. Salah seorang anggota keluarga terdengar meminta agar lampu segera dimatikan untuk menghindari bahaya.

“Mau keluar juga enggak bisa, karena sudah terkepung air. Tiba-tiba saja tadi datang airnya besar,” ujar sang ibu.

Kepanikan semakin meningkat ketika air mulai masuk ke dalam rumah.

“Sudah mulai masuk air ini ya Allah,” ucapnya.

Keluarga tersebut juga disebut kesulitan untuk mengungsi karena akses keluar rumah telah terkepung banjir.

“Enggak bisa mengungsi bang, enggak bisa keluar lagi. Sudah terkepung air,” terdengar suara sang ibu.

Di bagian akhir video, terdengar anggota keluarga berteriak setelah melihat material kayu berukuran besar terbawa arus banjir.

“Besar kali! Ya Allah, astagfirullahaladzim ya Allah!” teriaknya.

Sang ibu kemudian kembali memanjatkan doa saat melihat kayu besar berada di depan rumah.

“Besar kali kayunya ya Allah. Lailahaillallah, Allahu Akbar. Bagaimana lah ini, kayu besar sudah di depan rumah. Allahu Akbar ya Allah,” ucapnya.

Sepanjang rekaman, suara sang ibu terdengar sangat panik dan berulang kali meminta pertolongan serta memanjatkan doa agar hujan segera reda. Sementara anggota keluarga lainnya berupaya mencari tempat yang lebih tinggi, mematikan listrik, mengamankan barang-barang penting, serta memantau kondisi arus banjir dan material yang terbawa arus.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kondisi terkini keluarga yang terekam dalam video tersebut maupun jumlah warga yang terdampak banjir di lokasi. (Rizqi)