MEDAN, SahataNews – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menargetkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyampaikan hal tersebut usai melakukan pengecekan stok BBM di Fuel Terminal Medan, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, ketersediaan BBM dalam kondisi aman setelah dua kapal pengangkut bersandar dan melakukan pembongkaran muatan Biosolar serta Pertalite.

“Kita hadir mengecek stok BBM, kondisi aman karena dua kapal baru bersandar dan sedang loading produk Biosolar dan Pertalite,” ujar Wahyudi.

Ia juga membantah isu yang menyebut antrean panjang di SPBU dipicu pemogokan transporter maupun pembatasan kuota BBM subsidi. Menurutnya, stok BBM subsidi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan masih mencukupi.

Wahyudi menjelaskan, lonjakan antrean lebih disebabkan oleh meningkatnya perpindahan masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup tinggi.

“Kenaikan harga Dex Series sejak 1 April membuat masyarakat beralih menggunakan Biosolar. Begitu juga pengguna Pertamax, lama-kelamaan akan beralih ke Pertalite,” katanya.

Peralihan tersebut menyebabkan volume kendaraan yang mengisi BBM subsidi meningkat tajam sehingga memperlambat pelayanan di SPBU.

“Operasional SPBU perlu dipercepat. Terlambat satu menit saja, antrean bisa mengular. Ini yang kita hindari agar tidak terulang,” ungkapnya.

BPH Migas bersama Pertamina akan terus memantau SPBU yang masih mengalami antrean guna memastikan proses normalisasi distribusi berjalan optimal.

Wahyudi juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Konsumen di Medan perlu bersabar dan menggunakan BBM secara wajar. Tidak perlu full tank, yang penting cukup untuk beraktivitas hari itu, kemudian besok bisa mengisi lagi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah SPBU di Kota Medan, antrean kendaraan disebut sudah mulai berkurang.

“Sudah kami cek di jalur-jalur utama, hampir semua antrean sudah terurai. Hanya ada dua atau tiga mobil yang mengantre, artinya kondisinya sudah mendekati normal,” tuturnya.

Selain memantau SPBU di Medan, BPH Migas juga meninjau SPBM di kawasan Labuhan Deli yang menjadi pusat distribusi BBM untuk wilayah perairan. Normalisasi distribusi dilakukan melalui pengalihan pasokan dari beberapa terminal, yakni Integrated Terminal Medan, Terminal Belawan, Pematangsiantar, dan Kisaran.

“Semua stok kita top up hingga besok, sehingga kondisi di SPBU penuh dan bisa melakukan layanan distribusi BBM dengan baik,” katanya.

BPH Migas akan melanjutkan pemantauan hingga Sabtu (18/7/2026), termasuk ke wilayah Binjai, guna memastikan distribusi BBM di Sumatera Utara kembali berjalan normal tanpa kendala. (Rls)

Sumber : Fb Posmetro Medan