MADINA, SahataNews  – Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Saba Purba, Irsan Batubara, mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait insiden mobil yang meledak dan terbakar saat melakukan pengisian BBM.

Peristiwa yang sempat membuat panik petugas dan warga sekitar itu terjadi ketika sebuah mobil sedang mengisi BBM senilai Rp300 ribu. Menurut Irsan, mesin kendaraan saat itu masih dalam keadaan menyala.

“Tiba-tiba terdengar suara letupan, lalu api langsung membesar,” kata Irsan.

Petugas yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun kobaran api yang cepat membesar membuat upaya pemadaman awal tidak berhasil.

“Kami langsung ambil APAR untuk safety, tapi tidak mempan karena apinya sudah besar,” ujarnya.

Situasi semakin mencekam sehingga petugas bersama warga berupaya mengevakuasi kendaraan lain yang berada di sekitar pompa pengisian guna menghindari risiko kebakaran yang lebih luas.

Di balik insiden tersebut, Irsan mengungkap fakta yang menimbulkan tanda tanya. Ia mengatakan seluruh kaca mobil dalam kondisi tertutup rapat sehingga petugas tidak dapat melihat isi kabin maupun bagasi kendaraan.

Menurutnya, pengisian BBM dilakukan melalui lubang tangki standar kendaraan sehingga petugas tidak mengetahui apakah terdapat tangki tambahan atau perangkat lain di dalam mobil.

“Tangki yang terlihat memang tangki standar. Kami tidak tahu di dalam bagasi ada apa karena semua kaca ditutup,” ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan, sesaat sebelum ledakan terjadi, Irsan mengaku sempat mendengar suara yang menyerupai bunyi mesin atau pompa dari dalam kendaraan.

“Tadi seperti ada suara mesin pompa yang hidup dari dalam mobil,” katanya.

Pengemudi kendaraan diketahui merupakan warga Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kesaksian operator mengenai adanya suara mesin dari dalam kendaraan sebelum ledakan menjadi salah satu petunjuk penting yang dapat membantu mengungkap penyebab insiden tersebut, termasuk dugaan adanya sistem penampungan atau penyaluran BBM tambahan di dalam mobil. (Rizqi)