Sinunukan, SahatNews – Pencarian terhadap Amiran (60), warga Dusun II Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang diduga hanyut di Sungai Muara Batang Bangko, hingga Senin (18/5/2026) malam masih belum membuahkan hasil.

Tim gabungan Basarnas, BPBD Madina, pemerintah kecamatan, Polairud Natal, Polsek Batahan, Koramil 020 Batahan dan tim medis dari puskesmas Sinunukan serta warga setempat telah melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore hari. Namun derasnya arus serta kondisi sungai yang keruh membuat proses pencarian korban belum berhasil.

Camat Sinunukan, Abdi Negara Pulungan, mengatakan pencarian hari pertama resmi dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB.

“Pencarian dan pertolongan warga Desa Airapa yang diduga hanyut di Sungai Muara Batang Bangko hari ini hasilnya masih nihil. Pencarian diakhiri jam 17.30 WIB sore tadi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Meski pencarian dihentikan sementara, Abdi mengaku dirinya masih berada di lokasi hingga malam hari guna berkoordinasi langsung dengan pihak Basarnas dan BPBD terkait strategi pencarian lanjutan.

“Hingga saat ini saya masih di lokasi, berdiskusi dengan pihak Basarnas dan BPBD, terkait pencarian besok pagi,” ungkapnya.

Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB dengan melibatkan tim gabungan bersama masyarakat setempat.

Di tengah proses pencarian, Camat Sinunukan juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan dikhawatirkan dapat menyebabkan debit air meningkat sewaktu-waktu.

“Harapannya mudah-mudahan warga kita ini cepat ditemukan. Kami mengimbau warga sekitar agar jangan beraktivitas di pinggir sungai karena kita khawatir debit air tiba-tiba naik,” katanya.

Terkait kondisi Sungai Batang Bangko yang keruh bercampur lumpur, Abdi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Menurutnya, wilayah Desa Airapa berada di bagian hilir sungai sehingga perubahan kondisi air bisa dipengaruhi cuaca maupun faktor lainnya.

“Kalau soal keruhnya Sungai Batang Bangko saya kurang tahu penyebabnya, karena kita berada di hilir. Apakah karena cuaca yang tidak menentu menyebabkan debit air naik. Soalnya menurut warga, air sungai ini sudah keruh sejak beberapa tahun belakangan,” jelasnya.

Sebelumnya, video kondisi Sungai Batang Bangko yang keruh sempat viral di media sosial dan disebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian korban. (Rizqi)