Madina – SahataNews | Aksi brutal yang diduga sebagai main hakim sendiri kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Seorang pria paruh baya harus meregang nyawa setelah diduga dihajar massa di lokasi pengolahan limbah tambang emas (tong), Rabu (08/04).

Peristiwa mengerikan ini terjadi di kawasan perbatasan Kecamatan Panyabungan Barat dan Kecamatan Hutabargot. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tubuhnya penuh luka lebam diduga akibat pukulan benda tumpul.

Korban yang sempat tanpa identitas itu, belakangan diketahui bernama Pardi, warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan.

Kepala Desa Runding, Abdullah Amin Rangkuti, mengungkapkan bahwa saat ditemukan di lokasi “tong” milik salah satu pengusaha setempat, korban masih bernapas, namun dalam kondisi kritis.

“Waktu ditemukan, kondisinya sudah babak belur. Belum tahu pasti apa penyebabnya,” ujarnya.

Warga bersama aparat desa sempat berupaya menyelamatkan korban dengan membawanya ke RSU Panyabungan. Namun nahas, nyawa korban tak tertolong sesampainya di rumah sakit.

Di tengah masyarakat, beredar dugaan bahwa korban merupakan terduga pelaku pencurian di lokasi tersebut. Isu ini pun memicu spekulasi bahwa korban menjadi sasaran amukan massa. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif sebenarnya.

Saat ini, jenazah korban masih berada di ruang jenazah RSU Panyabungan. Polisi dikabarkan telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam insiden tragis tersebut. (Rls)