Madina – SahataNews | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun ini berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih digelar meriah, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memilih memperingatinya dengan suasana religius melalui zikir, doa bersama, dan khatam Al-Qur’an sebanyak 27 kali.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Senin (9/3/2026), itu dihadiri Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Sahnan Pasaribu, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Madina.
Keputusan menggelar peringatan secara sederhana tersebut bukan tanpa alasan. Bupati Saipullah menyebut, momentum hari jadi Madina tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga lebih tepat diisi dengan kegiatan yang bernuansa ibadah.
Menurutnya, perayaan yang dipenuhi kegiatan religius diharapkan dapat membawa keberkahan bagi masyarakat dan daerah.
“Perayaan ini kita isi dengan kegiatan yang lebih bermakna seperti zikir, doa, dan khatam Al-Qur’an, sehingga membawa keberkahan bagi daerah yang kita cintai. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, serta menyatukan langkah demi kemajuan Madina ke depan,” ujar Saipullah.
Ia juga menekankan bahwa hari jadi kabupaten bukan sekadar seremoni, tetapi momen refleksi untuk mempererat persatuan serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun Mandailing Natal.
Di kesempatan itu, Saipullah turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik yang bersifat membangun.
“Pemerintah daerah bersama seluruh jajaran siap menerima usulan, masukan, maupun kritik selama itu bertujuan untuk kemajuan Madina,” pungkasnya.(Rizqi)

