Madina – SahataNews | Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi ajang refleksi sekaligus pemaparan capaian pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Madina H. Saipullah Nasution dalam sidang paripurna DPRD Madina yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Senin (9/3/2026).
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah daerah dari kabupaten/kota tetangga, organisasi masyarakat, organisasi profesi, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam peringatan hari jadi Bumi Gordang Sambilan yang mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi untuk Mewujudkan Madina Maju dan Tangguh”, Bupati Saipullah memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif.
Ia menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madina pada tahun 2025 mencapai 74,26, meningkat 1,12 poin dibandingkan tahun 2024. Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 7,91 persen pada tahun 2025.
“Begitu juga dengan kondisi tenaga kerja. Tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 7,22 persen pada tahun 2024 menjadi 7,18 persen pada tahun 2025,” ungkap Saipullah.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung kebijakan strategis pemerintah daerah, salah satunya terkait perpindahan RSUD Panyabungan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pengembangan rumah sakit tersebut difokuskan pada layanan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Saipullah menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih profesional.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa proses pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) saat ini tinggal menunggu penandatanganan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Tidak hanya memaparkan capaian, Bupati juga mengungkapkan sejumlah rencana strategis pembangunan daerah ke depan. Salah satunya menjalin kerja sama dengan badan usaha dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti pisang barangan, pisang kepok, sereh wangi, nilam, dan kopi Mandailing.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga merencanakan pembentukan kawasan industri Pelabuhan Batahan, pembangunan PLTA, serta peningkatan infrastruktur.
“Termasuk dimulainya pembangunan Jembatan Batahan–Palimbungan sepanjang 120 meter sebagai akses menuju Pelabuhan Batahan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis menilai tema HUT ke-27 Madina memiliki makna penting dalam menyatukan potensi daerah, sumber daya manusia, serta teknologi melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi kreatif dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia juga berharap putra-putri Mandailing Natal yang berada di perantauan dapat ikut berkontribusi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Peran perantau sangat kami harapkan untuk bersama-sama membangun Mandailing Natal agar semakin maju dan sejahtera,” tutupnya. (Rizqi)

