SahataNews – Madina | Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dijadwalkan mengunjungi Kantor Polsek Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (22/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kantor polisi yang dibakar massa pada Sabtu (20/12/2025).

“Iya, saya OTW ke Polsek MBG,” ujar Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto singkat melalui pesan WhatsApp, Senin siang.

Kapolda Sumut menuju lokasi menggunakan helikopter dan diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Madina, Rahmad Hidayat Dalimunthe.

“Hingga saat ini Pak Bupati Madina masih berada di Polsek Muara Batang Gadis menunggu kedatangan Pak Kapolda,” kata Rahmad.

Ia menyebutkan, Kapolda Sumut bertolak menggunakan helikopter dari Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, dan diperkirakan tiba sekitar 10 menit setelah informasi tersebut disampaikan.

“Diperkirakan Pak Kapolda akan sampai sekitar sepuluh menit lagi karena menggunakan helikopter dari Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit),” ujarnya.

Peristiwa pembakaran terjadi pada Sabtu (20/12/2025). Kepala Desa Singkuang II, Buyung Umak, mengatakan situasi mulai terkendali sekitar pukul 14.45 WIB, setelah massa membubarkan diri.

“Massa sudah bubar. Sebagian gedung Kantor Polsek MBG terbakar,” ujar Buyung Umak saat dihubungi melalui telepon.

Selain membakar kantor polisi, massa juga membakar dan merusak satu unit mobil dinas serta sejumlah sepeda motor dinas milik Polsek MBG. Namun, rumah dinas polisi dilaporkan tidak ikut dibakar.

“Kalau rumah dinas polisi tidak dibakar massa,” tambahnya.

Saat kejadian, sejumlah personel polisi berada di lokasi, namun tidak mampu meredam emosi massa. Sementara itu, Kapolsek MBG Iptu Akmaluddin dikabarkan sedang berada di luar wilayah untuk mengejar Romadon, yang diduga sebagai bandar narkoba.

Menurut Buyung Umak, amuk massa dipicu oleh kekecewaan warga atas lepasnya Romadon, terduga bandar narkoba yang sebelumnya diamankan warga.

Peristiwa bermula pada Jumat (19/12/2025) sore, ketika sekelompok emak-emak menggelar unjuk rasa di Polsek MBG, menuntut penindakan tegas terhadap peredaran narkoba yang dinilai semakin merajalela di wilayah tersebut.

Warga kemudian mengamankan Romadon dan membawanya ke Polsek MBG, disertai barang bukti berupa plastik yang diduga bekas bungkus sabu.

Namun, pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, Romadon diketahui sudah tidak berada lagi di kantor polisi. Warga bahkan melihat Romadon melarikan diri bersama istrinya menggunakan sepeda motor.

Kabar tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran kantor polisi dan kendaraan dinas.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Mandailing Natal belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lepasnya terduga bandar narkoba maupun total kerusakan akibat pembakaran.

Meski demikian, sejumlah personel tambahan dari Polres Madina telah dikerahkan ke Muara Batang Gadis untuk melakukan pengamanan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Masyarakat berharap kunjungan Kapolda Sumut menjadi momentum untuk membuka secara transparan kasus tersebut dan mengambil tindakan tegas terhadap peredaran narkoba, guna memulihkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.