Madina – SahataNews | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) resmi meliburkan kegiatan belajar tatap muka bagi siswa PAUD, SD, dan SMP di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/3362/DISDIKBUD/2025 yang ditandatangani Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, pada 26 November 2025. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Proses Belajar Mengajar (PBM) mulai Kamis, 27 November 2025, dilaksanakan secara daring atau luring sesuai kondisi siswa, hingga pihak berwenang menyatakan situasi aman.

Bupati Saipullah juga mewajibkan setiap kepala sekolah untuk melaporkan kondisi sekolah masing-masing kepada koordinator wilayah. Selain itu, kepala sekolah diminta berkoordinasi dengan para guru untuk memantau kehadiran, kondisi, dan keselamatan peserta didik selama masa libur sementara.

Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif Pemkab Madina dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah kecamatan, sekaligus mempertimbangkan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah di tengah cuaca ekstrem.

Di jenjang pendidikan menengah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah XI, Dr. Tetti Mahrani Pulungan, juga menerbitkan surat keputusan yang meliburkan siswa SMA di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan pada 27–28 November 2025. Keputusan ini menindaklanjuti surat peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Aek Godang untuk periode 25–27 November 2025.

Melalui surat bernomor 400.3/2779/CABDISDIK WIL.XI/2025, Kacabdis Tetti menegaskan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada dua hari tersebut dilakukan dari rumah masing-masing.

Sementara itu, langkah serupa juga diambil oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal. Ketua STAIN Madina, Sumper Mulia Harahap, menerbitkan surat bernomor B-4016/Sti.21/A/11/2025 yang menetapkan seluruh perkuliahan berlangsung secara daring pada 26–28 November 2025.

Sumper menjelaskan bahwa keputusan tersebut dibuat setelah melihat kondisi lapangan, termasuk meningkatnya debit air Sungai Batang Gadis yang telah menggenangi area depan kampus. Perkuliahan online diberlakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh civitas akademika STAIN Madina.

Hingga kini, pihak pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pendidikan masih terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan wilayah terdampak banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, banjir, dan longsor yang masih berpotensi terjadi. (Rizqi)